Sabtu, 14 Februari 2015

Ayunan Berhenti

Tak henti mengayun
Bukan melamun
Tidak akan berhenti
Berjalan lagi

Tak mau melirik
Tak akan tertarik
Hanya langkah terus
Bergerak lurus

Menutup telinga
Dari kau bersuara
Acuhkan rasa
Tak penting juga

Sekali menoleh
Seketika meleleh
Bidadari datang
Hampir ku buang

Seperti sang puteri
Buat katak jatuh hati
Hapus kutukan diri
Jadi raja pengganti

Bagaimana ini?
Apa terjadi?
Hati kini terjatuh
Ribuan bunga runtuh

Cicak di DandangTM | aashasena.blogspot.com | @aryudananta on twitter

Hak cipta dilindungi undang-undang.

Jumat, 13 Februari 2015

Candradimuka

Hanya sampai kini
Besok tak ada lagi
Saling pandang dua hati
Genggaman jemari

Langsung mulai kini
Aku pergi
Masuk ke kawah
Membuang lemah

Cukup kau di sini
Tak usah ikuti
Boleh aku sendiri
Tantang jilatan geni

Begitu berhenti
Keluar dari sini
Hanya kau kucari
Peluk sampai mati

Aku undur diri
Minta pisah lagi
Keluar dari hari
Takkan di sisi

Tolong jangan lupa
Mohon ingat saja
Tentang jumpa dasa warsa
Baik hitam putih rupa

Ini bukan lama
Hanya cari beberapa
Sakti dan harta
Tahta bersama

Kerana begitu berhenti,
Keluar dari sini
Kau yang pertama aku cari
Bertemu, dan peluk sampai mati

Cicak di DandangTM | aashasena.blogspot.com | @aryudananta on twitter
Hak cipta dilindungi undang-undang.


Kamis, 12 Februari 2015

Dengki

Jika kau yakini
Akan tinggal di sini
Jangan berganti
Selamanya berhenti

Bila telah pasti
Tak nak pindah lagi
Tolong jaga ini
Jangan sampai mati

Jika sudah tapaki
Tolong buat janji
Kau takkan pergi
Sekalipun angkat kaki

Jadikan aku saja
Tak ada yang lainnya
Untuk kisah tangis tawa
Lalu, kini dan lusa

Bila bersamaku
Tak perlu pejantan itu
Atau kau bersamanya,
Lupakan kita?

Jika masih saja,
Kuhapus dia
Dari halaman dunia
Entah kemana

Jadikan aku saja
Tak ada yang lainnya
Untuk kisah tangis tawa
Lalu, kini dan lusa

Jika kau menatapnya
Aku tak bisa.
Bila kau masih saja
Pergi pun tak apa

Cicak di DandangTM | aashasena.blogspot.com | @aryudananta on twitter
Hak cipta dilindungi undang-undang.


Rabu, 14 Januari 2015

Entah

Semua hilang
Segalanya terbuang
Perlahan hanyut
Mungkin ke laut

Sekarang lekang
Tak patut dikenang
Semula terang,
Kini tersisa remang

Mengingat sedikit senyum
Seperti mawar ranum
Tapi, sudah dalam tertimbun
Takkan lagi bangun

Ini terakhir kali
Tak akan ada lagi
Nafsu-nafsu mengganggu
Terbelenggu rindu

Tahun paling mesra
Terpenuhi bunga
Tak sangka sudah ada.
Lupakan saja.

Bulan ini
Kala semua terjadi
Entah akan ada lagi
Atau pasti mati

Karena, Ini terakhir kali
Tak akan ada lagi
Nafsu-nafsu mengganggu
Terbelenggu rindu

Cicak di DandangTM | aashasena.blogspot.com | @aryudananta on twitter

Hak cipta dilindungi undang-undang.

Kamis, 08 Januari 2015

Menuju Sepuluh

Saat raga baru berlabuh
Dalam lelah sungguh
Berselimut peluh
Tak sembuh-sembuh

Mencoba layaknya mati
Lekatkan tubuh ke bumi
Kelopak penuh menutupi
Tarik hembus berganti

Keliling berserakan
Tentang gambar kenangan
Memaksa akal terbang
Masuk dalam gerbang

Hanya mampu menunduk
Rasakan hati tertusuk
Mendengar langkah-langkah
Yang jauh bertambah

Lekas beranjak
Netra membelalak
Apa yang disawang
Hanya bayang-bayang

Detik tak terhitung
Meluap dalam bendung
Berkedip baru saja
Mengingat indahnya masa

Kini, Hanya mampu menunduk
Rasakan hati tertusuk
Mendengar langkah-langkah
Yang jauh bertambah

Aku hanya rindu
Ucap-ucap dulu
Tentang berjuta janji
Sepuluh tahun lagi

Satu satu terlepas
Turun dari atas
Menunggu datangnya janji
Dari Jepang ke Turki

Cicak di DandangTM | aashasena.blogspot.com | @aryudananta on twitter

Hak cipta dilindungi undang-undang.

Senin, 05 Januari 2015

Duduk

Aku hanya menunggu
Tak ingin katakan mau
Lihat yang terjadi
Berapapun sigma nanti

Tak bisa menolak
Tak sampai mengelak
Karena akan ada waktu
Untuk genggam tanganmu

Periodik memandang
Pura-pura membuang
Tak ingin dipanggil belang
Atau keranjang

Tunggulah sebentar
Walau rasa akan hambar
Karena hangat pasti terjadi
Tapi tidak hari ini

Bukan aku tinggi
Menolak yang datangi
Tak mau menyapa
Diajak ke sana

Dan, tunggulah sebentar
Walau rasa pasti hambar
Genggaman itu akan terjadi
Saat mentari muncul lagi

Cicak di DandangTM | aashasena.blogspot.com | @aryudananta on twitter
Hak cipta dilindungi undang-undang.



Jumat, 02 Januari 2015

Türkiye

Jika kau ingin pergi
Aku akan beri
Meski takkan kembali
Tak ada jumpa lagi

Bila hendak berkelana
Sampai ujung benua
Silakan jalan saja
Meski aku tak suka

Kalau dari ku ingin menghilang
Aku tak bisa larang
Entah lusa atau sekarang
Lari atau terbang

Aku akan rindu
Dengan bait-bait merdu
Saat kita bersama
Tersenyum semua

Jika jadi keluar
Cepat kau kejar
Sebelum mereka menyambar
Asa memudar

Inginkan aku mengantarmu?
Mau
Pandangi senyum terakhir
Berharap takdir

Karena aku pasti rindu
Bentang ujung bibirmu
Belai lembut dan rayu
Peluk hangat tubuhmu

Cicak di DandangTM | aashasena.blogspot.com | @aryudananta on twitter
Hak cipta dilindungi undang-undang.