Jumat, 08 November 2013

Bagaimana Aku?


Duduk bersebelah
Tanpa menelaah
Saat berdua hati lelah
Gundah

Coba meminta sesuatu
Mungkin buatmu mengggerutu
Tapi tak kukubur
Mencoba jujur

Bisanya kau merana
Kesal tak suka
Berlari batasan kota
Pertemuan takkan ada

      Bagaimana kau mengingatnya?
      Menulis namanya
      Menjadikannya bait-bait
      Dari semua tersulit

Bagaimanakah aku?
Sudahkah aku mengganti
Bantu semangati pagi
Lengkungkan bibir hari-hari

Akankah kau mengingatku?
Menulis namaku
Menjadikan aku puisi
Dengan sajak tertinggi

Balaslah aku
Satu yang perindu
Menginginkanmu dari ratri tadi
Tanpa secarikpun sampai fajar ini

Sambut aku
Tamahi
Beri janji
Buat pasti

Satu pengingin
Berdua melawan angin
Bertahan selama
Hingga hapus raga

Cicak di DandangTM | aashasena.blogpsot.com | @aryudananta on twitter
Hak cipta dilindungi undang-undang®

Kamis, 07 November 2013

Bertahan


Saat berpikir
Awan gemuk tak hadir
Padi nyaris tersingkir
Berdagang bir

Saat menyangka
Hujan takkan tiba
Kuning tak kembali menyala
Hanya coklat menua

Saat mencoba pergi
Mencari yang tak pasti

Gelap lekas menyambang
Bukan pertanda sumbang
Kini tercipta tenang
Hujan datang

Saat berpikir
Senyum takkan kembali
Semuanya mati
Tak pernah dapati

Berakhir datang pula
Hati-hati yang terjaga
Semoga tahan sampai lusa
Bahkan selamanya

Cicak di DandangTM | aashasena.blogpsot.com | @aryudananta on twitter
Hak cipta dilindungi undang-undang®

Selasa, 05 November 2013

Hari Lalu


Segala sanjung masih untukmu
Selengkap hati padamu
Tanpa keping tuduhan
Secarik pertayaan

Aroma ragu ada
Tak penuh menggoda
Tuntut mencabut hati
Ingin bertanya lagi

Sedikit curiga
Siapa dia?
Aku tak hafal nama
Tak genting pula

Apa yang kau rasa?
Rasa yang dulu ada
Masihkah sama?
Masih untuknya?

Dan siapa aku disini?
Pengisi lubang hati?
Luapan segala benci?
Tujuan caci maki?

Tapi, sudahlah
Hari lalu tak perlu dijamah

Pentingnya sekarang
Kita senang


Cicak di DandangTM | aashasena.blogpsot.com | @aryudananta on twitter
Hak cipta dilindungi undang-undang®

Sabtu, 02 November 2013

Pujangga Mabuk


Elok rupa merona
Manis senyum terjaga
Mabukkan ini pujangga
Andalkan segala daya

Alangkah sempurna
Makhluk Kau bina
Ajaib tak biasa
Lenyapkan juta-duka
Indahkan segala kala
Andaikan aku punya

Cicak di DandangTM | aashasena.blogpsot.com | @aryudananta on twitter
Hak cipta dilindungi undang-undang®

Jumat, 01 November 2013

Mana Sinar?


Tibalah saatnya ratri
Tanpa bantuan mentari
Tanpa satupun sinari
Tanpa bantuan, selimuti

Merindukan hari terang
Hangat dalam terbang
Lain waktu sekarang
Segala syaraf menegang

Hanya gelap disini
Dingin tak berapi
Badan penuh getaran
Syair tak tertahan

Tahukah dirimu?
Aku mengejarmu
Jauh dari larimu
Aku di belakangmu

Tanpa dirimu
Gelap malam ini
Dingin tak bertepi
Tak inginkah sinari lagi?

Merindukanmu disini
Memohon kau kembali
Sebelum aku mati
Membusuk dengan sendiri

Tahukah engkau?
Ini tak bersama, galau

Aku ingin dirimu
Aku ingin kau menginginkanku
Agar tanpa tangis malu
Bersama damping selalu

Habislah berlari!
Akan aku menghampiri
Padamu setia bersisi
Takkan ada luka lagi

Cicak di DandangTM | aashasena.blogpsot.com | @aryudananta on twitter
Hak cipta dilindungi undang-undang®